Menyisih, meninggalkan perih


Terkadang ada rasa ingin menyisih dan menepi saja. Sepertinya, adalah salah berada di antara kalian. Seolah menjadi saingan, saling merebut perhatian. Itukah yang dinamakan teman ?

Awalnya, aku selalu ingin berbagi semua cerita. Bahagiaku, tawaku, sedihku. Semua berubah setelah pertemuan itu. Aku seolah tersisih. Tak ada lagi kata yang bisa kubagi.

Ah, kenyataannya selama ini aku memang lebih sering menjadi pendengar diantara kalian. Lebih sering menyapa dan bertanya dibandingkan disapa dan ditanya. Memang tak ada tempat buatku.

Menyisih, itu lebih baik. Walau meninggalkan perih.